Sound

Tuesday, December 21, 2021

Agama Siti Khadijah Istri Nabi Muhammad kristen, Buya Syakur

 


Agama Siti Khadijah Istri Nabi Muhammad kristen, Buya Syakur

Pendiri Pondok Pesantren Cadangpinggan, Indramayu, itu membuat pertanyaan kontroversi tentang agama istri Nabi Muhammad SAW yakni Siti Khadijah.  

"Ini kan agamanya Siti Khadijah kan disembunyikan. Pastinya dia bukan penyembah berhala, yang pasti dia bukan bukan Yahudi Agamanya apa?" kata Buya Syakur dikutip dari channel YouTube KH Buya Syakur Yasin MA, Rabu (3/11/2021). 

"Tapi kalau kita lihat dari pernikahannya dengan Nabi Muhammad. Nabi Muhammad tidak pernah berpoligami. Di Jazirah Arabian Yahudi berpoligami, penyembah berhala juga berpoligami, orang Islam juga berpoligami," kata Buya Syakur. 

"Yang tidak berpoligami Agamanya apa? Nanti bapak yang menjawab sendiri," tambah dia.

Buya Syakur juga mempertanyakan momen saat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu, dia mengonsultasikan dengan seorang pendeta bernama Waraqah bin Naufal.

Ia menyebut bahwa ada yang disembunyikan dari agama Siti Khadijah. Buya Syakur lantas meminta publik untuk menyimpulkan sendiri apa agama dari istri pertama Nabi Muhammad tersebut.

"Tapi yang jadi pertanyaan bagi saya yaitu ketika Nabi Muhammad SAW menerima wahyu dikonsultasi dengan seorang ahli spiritual siapa namanya Waraqah bin Naufal, seorang pendeta," kata Buya Syakur. 

"Nabi Muhammad mengonsultasikan wahyu itu dengan seorang pendeta, jadi Khadijah itu siapa sebetulnya? Ini seperti ada yang disembunyikan. Jadi silakan simpulkan sendiri agamanya apa, tidak mau dimadu dan mengonsultasikan wahyu itu dengan seorang pendeta," tambah dia.

Pernyataan Buya Syakur dalam diskusi bertajuk 'Moderasi Beragama Merajut Nasionalisme & Toleransi Beragama' di Mabes Polri Jakarta.

Ia bahkan menyebut bahwa Buya Syakur adalah sesepuh liberal yang hanya dijadikan pion dari program moderasi agama.

Agama Siti Khadijah Istri Nabi Muhammad kristen, Buya Syakur. VIDEO







Ditanya Tentang Keberadaan Allah, Buya Syakur: Tuhan tidak Bertempat

 

Ditanya Tentang Keberadaan Allah, Buya Syakur: Tuhan tidak Bertempat

KH. Buya Syakur Yasin menjawab pertanyaan salah satu jamaah terkait keberadaan Allah SWT. Dalam video yang diunggah di kanal YouTube KH Buya Syakur Yasin, pengasuh Pondok Pesantren Candangpinggan itu menegaskan Allah terlepas dari dimensi waktu dan tempat.

"Allah itu tidak bertempat. Allah tidak terikat dengan dimensi waktu, dimensi tempat, dan dimensi-dimensi yang lain, karena Allah ada di mana saja," kata Buya Syakur, dikutip santaiaja.co pada Kamis, 16 September 2021.

Meski begitu, Buya Syakur mengakui ada kesulitan untuk menjelaskan terkiat ketuhanan dalam agama.

Ia menyarankan pada jamaah untuk percaya saja, lantaran tidak ada bahasa dan tindakan yang dapat menjelaskan Tuhan.

"Pada akhirnya percayalah, tidak ada kalimat yang bisa menjelaskan keberadaan Tuhan," ujarnya.

Buya Syakur menjelaskan alasan kenapa tidak ada yang bisa menjelaskan keberadaan Tuhan. Menurutnya, bahasa dan kalimat itu sendiri terbatas

"Hurufnya sendiri terbatas, tidak bisa menerangkan dirinya sendiri," katanya


Ditanya Tentang Keberadaan Allah, Buya Syakur: Tuhan tidak Bertempat. VIDEO







Monday, December 20, 2021

Makna Di Balik Penciptaan Manusia, Jin dan Malaikat Menurut Buya Syakur

 


Makna Di Balik Penciptaan Manusia, Jin dan Malaikat Menurut Buya Syakur

Dalam Alquran disebutkan bahwa Allah SWT menciptakan tiga makhluk berbeda, yaitu manusia (Nabi Adam), jin dan malaikat. Lalu apa tujuannya? Berikut penjelasan KH Buya Syakur Yasin MA.

Pria yang akrab disapa Buya Syakur tersebut menjelaskan, bahwa Allah SWT menciptakan manusia, jin dan malaikat bukan berarti Allah SWT butuh ketiga makhluk tersebut.

“Allah SWT menciptakan manusia, bukan berarti Allah SWT butuh manusia. Saya tegaskan Allah SWT tidak butuh apapun,” tegas Buya Syakur.

Menurut Buya Syakur, sejak awal Allah telah mengatakan bahwa telah menciptakan Adam dari tanah dan menciptakan malaikat dari cahaya serta menciptakan jin dari api.

Lalu malaikat dan jin disuruh bersujud kepada Adam. Namun jin menolak. Alasannya jin merasa lebih baik dari Adam. Sementara malaikat yang awalnya menolak, akhirnya mengikuti perintah Allah SWT tersebut.

Dari penjelasan ini, kata Buya Syakur, maknanya bahwa jin yang diciptakan dari api itu sifatnya energi negatif dan malaikat sebagai energi positif. Sementara Adam yang diciptakan dari tanah sifatnya materi.

“Bahwa pertemuan positif (malaikat) dan negatif (jin) di satu materi (manusia), akan muncul saling menghancurkan. Ketika timbul saling menghancurkan, maka disitulah akan bercahaya sebagai kekuatan besar muncul. Semua itu tidak akan muncul, jika kekuatan negatif dan kekuatan positif tidak dibenturkan,” jelas Buya Syakur.

“Ibarat sebuah lampu, jika hanya ada aliran positifnya saja. Maka tidak akan menyala. Namun jika aliran positif itu dibenturkan dengan aliran negatif di satu titik materi yang disebut lampu, maka akan bercahaya,” sambung Buya Syakur.

Nah nanti dipenghujungnya, kata Buya Syakur, bukan peran yang dimainkan. “Seperti dalam sebuah sandiwara atau lakon, mau jadi raja silahkan, mau jadi pembantu silahkan, ambil peran apapun silahkan, nanti yang menilai tetap sang sutradara. Tapi bukan peranmu yang menentukan, melainkan akting dengan sempurna,” tutur Buya Syakur.

“Seperti dalam film bertema kerajaan, yang menjadi raja belum tentu mendapat penghargaan. Justru seringkali yang memiliki peran pembantu yang mendapat penghargaan,” kata Buya Syakur.

“Dalam kehidupan ini juga begitu. Jangan beranggapan ketika menjadi kiyai kemudian akan mendapat surga paling atas. Belum tentu,”

Itulah, kata Buya Syakur, kenapa dalam realita banyak yang tertipu. Misalnya ketika melihat orang dengan ilmunya, melihat dengan surbannya, dengan jubahnya, dengan tasbih di tangannya.

“Saya tegaskan bukan disitu kehebatannya. Justru saya lebih terharu melihat wanita tua mengayuh sepeda, dengan tubuh rentanya membawa sayuran yang cukup berat untuk ia juga di pasar. Dengan begitu ia terlihat lebih siap menghadapi kehidupan apapun yang terjadi,” tandas Buya Syakur

“Bahwa pertemuan positif (malaikat) dan negatif (jin) di satu materi (manusia), akan muncul saling menghancurkan. Ketika timbul saling menghancurkan, maka disitulah akan bercahaya sebagai kekuatan besar muncul. Semua itu tidak akan muncul, jika kekuatan negatif dan kekuatan positif tidak dibenturkan,” jelas Buya Syakur.

“Ibarat sebuah lampu, jika hanya ada aliran positifnya saja. Maka tidak akan menyala. Namun jika aliran positif itu dibenturkan dengan aliran negatif di satu titik materi yang disebut lampu, maka akan bercahaya,” sambung Buya Syakur.

Nah nanti dipenghujungnya, kata Buya Syakur, bukan peran yang dimainkan. “Seperti dalam sebuah sandiwara atau lakon, mau jadi raja silahkan, mau jadi pembantu silahkan, ambil peran apapun silahkan, nanti yang menilai tetap sang sutradara. Tapi bukan peranmu yang menentukan, melainkan akting dengan sempurna,” tutur Buya Syakur.

“Seperti dalam film bertema kerajaan, yang menjadi raja belum tentu mendapat penghargaan. Justru seringkali yang memiliki peran pembantu yang mendapat penghargaan,” kata Buya Syakur.

“Dalam kehidupan ini juga begitu. Jangan beranggapan ketika menjadi kiyai kemudian akan mendapat surga paling atas. Belum tentu,”

Itulah, kata Buya Syakur, kenapa dalam realita banyak yang tertipu. Misalnya ketika melihat orang dengan ilmunya, melihat dengan surbannya, dengan jubahnya, dengan tasbih di tangannya.

“Saya tegaskan bukan disitu kehebatannya. Justru saya lebih terharu melihat wanita tua mengayuh sepeda, dengan tubuh rentanya membawa sayuran yang cukup berat untuk ia juga di pasar. Dengan begitu ia terlihat lebih siap menghadapi kehidupan apapun yang terjadi,” tandas Buya Syakur.

Makna Di Balik Penciptaan Manusia, Jin dan Malaikat Menurut Buya Syakur. VIDEO






Buya Syakur Soal Baca Sholawat Jibril 80.000 Kali Dalam Sehari, Allah SWT Kasih Rezeki Berlimpah


Buya Syakur Soal Baca Sholawat Jibril 80.000 Kali Dalam Sehari, Allah SWT Kasih Rezeki Berlimpah

Buya Syakur dalam tausiahnya memberikan amalan doa untuk menarik rezeki. Amalan doa untuk menarik rezeki itu berupa lantunan sholawat jibril. Buya Syakur menyarankan umat Islam untuk mengamalkan sholawat jibril itu sebanyak 80.000 kali dalam sehari.

Buya Syakur bahkan berani menjamin jika amalan doa sholawat jibril itu dijalankan selama 3 tahun, rezeki berlimpah akan diberikan oleh Allah SWT.

"Nih Amalkan ini 'Shollallahu Alla Muhammad' sebanyak 80.000 kali, kalau kamu 3 tahun kemudian belum kaya, ludahi muka saya," kata Buya Syakur dikutip Jurnal Medan di YouTube Sufinesia TV, Minggu, 8 Agustus 2021.

"Saya tantang begitu, tapi sebelumnya saya kasih pemahaman dulu tentang makna sholawat itu apa. Nah ini yang kadang-kadang orang males menerangkannya," sambungnya.

Buya Syakur menjelaskan bahwa amalan doa sholawat jibril untuk mendatangkan rezeki yang berlimpah adalah berkomunikasi dengan Nabi Muhammad SAW.

"Bersholawat itu berkomunikasi, bersambung kontak dengan kanjeng nabi Muhammad," ujar Buya Syakur. Diketahui, bacaan sholawat jibril memang pendek, namun diyakini umat Islam atau muslim jika diamalkan akan mampu membuka pintu rezeki.

Sholawat jibril ini merupakan salah satu sholawat nabi yang paling terpendek, dan akan memudahkan umat Islam mendapatkan rezeki tak terduga dari segala arah.

Sholawat jibril ini sering kali diajarkan oleh para sesepuh alim ulama, pada masyaikh dan para kyai pada umumnya. Sholawat jibril juga banyak diamalkan oleh para waliyullah, para ulama atau para kiyai.

Berikut ini bacaan Sholawat Jibril

صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد

"Shollallohu A'la Muhammad"

Adapun untuk mendapatkan keberkahan sholawat Jibril ini, silahkan dibaca sebanyak 1000 (seribu) kali atau 3333 (tiga ribu tiga ratus tiga puluh tiga) kali.

Bisa juga dibaca lebih banyak yaitu sejumlah 7.000 (tujuh ribu) kali atau 10.000 (sepuluh ribu) kali tiap hari, atau bisa juga anda baca sebanyak anda mampu. Hal yang perlu digaris bawahi dalam mengamalkan sholawat Jibril ini bukanlah jumlahnya, namun konsistensinya.

Jika anda amalkan dengan istiqomah, maka manfaatnya akan lebih terasa daripada anda baca dalam jumlah banyak namun tidak istiqomah.

Sekali lagi ingat, yang penting untuk amalan shalawat tiap hari adalah istiqomahnya.

Berikut do'a pelengkap Sholawat Jibril untuk pelarisan dan kerezekian

Sholawat Jibril memang dikenal sebagai shalawat penarik rezeki paling kuat, untuk melariskan dagang atau melancarkan usaha.

Namun jika diamalkan dengan tata cara tertentu dan diimbangi dengan doa pelengkap untuk urusan rezeki. Adapun doanya adalah sebagai berikut:

بسم الله الرحمن الرحيم لهُمَّ اَعْطِنِي ثَوَابَ صَلَّى اللهُ عَلَى محمد أَنْ تَرْزُقَنِي شَيْئًا أَسْتَعِيْنُ بِهِ عَلَى الطّاعَةِ   

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الِعزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَي الْمُرْسَلِيْنَ وَالحمْدُ لله ربِّ العَالميْن

Bismillaahirrohmaanirrohiim Alloohumma A’thinii


Tsawaaba Shollalloohu ‘Alaa Muhammad An Tarzuqonii Syai-An Asta ‘Iinu Bihi ‘Alath-Thoo ‘Ah Subhaana Robbika Robbil ‘Izzati ‘Ammaa Yashifuun Wasalaamun ‘Alal Mursaliin Walhamdulillaahi Robbil ‘Aalamiin"

Artinya: "Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Ya Allah datangkanlah padaku pahala Shollalloohu ‘Alaa Muhammad berilah rezeqi padaku, sesuatu yang dapat menolongku untuk ta’at"

"Maha suci Tuhanmu, Tuhan yang maha mulia dari apa yang mereka sifatkan dan salam sejahtera untuk para Rasul dan segala puji kepada Allah Tuhan semesta alam." 

Buya Syakur Soal Baca Sholawat Jibril 80.000 Kali Dalam Sehari, Allah SWT Kasih Rezeki Berlimpah VIDEO

Sunday, December 19, 2021

Menjawab “Pluralisme” Buya Syakur


 Menjawab “Pluralisme” Buya Syakur 

Mereka meyakini bahwa semua agama pada akhirnya mengantarkan ke surga. Ini bagian dari filsafat Perenialisme yang tidak dapat menemukan ruang sedikit pun dalam Islam. 

Langsung saja, berikut beberapa point perkataan beliau yang perlu diberi catatan: 

1. “Semua agama buatan Tuhan”

Betul sekali, semua yang ada di dunia adalah buatan Tuhan, lalu apakah dapat disimpulkan bahwa semua agama direstui Tuhan? Tentu saja tidak.

Ucapan ini seperti ucapan orang yang hendak menghalalakan semua jenis makanan lalu berkata: “Semua makanan adalah buatan Tuhan”. Sekalian saja suruh makan mayat sebab mayat pun buatan Tuhan.


2. “Pada akhirnya yang selamet siapa? …” 

Ada beberapa ayat yang digemari para pluralis, di antaranya adalah yang dikutip Buya Syakur berikut: 

﴿إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَٱلَّذِينَ هَادُواْ وَٱلصَّٰبِـِٔينَ وَٱلنَّصَٰرَىٰ وَٱلۡمَجُوسَ وَٱلَّذِينَ أَشۡرَكُوٓاْ إِنَّ ٱللَّهَ ‌يَفۡصِلُ ‌بَيۡنَهُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ شَهِيدٌ﴾ [الحج: 17] 

“Sesungguhnya orang-orang beriman, orang Yahudi, orang Sabiin, orang Nasrani, orang Majusi dan orang musyrik, Allah pasti memberi keputusan di antara mereka pada hari Kiamat. Sungguh, Allah menjadi saksi atas segala sesuatu.” 

Perlu diingat bahwa ayat di atas sama sekali tidak pernah menyatakan bahwa semua aliran atau agama yang disebutkan itu dibenarkan oleh Allah. Buya Syakur sendiri-lah yang mengarahkan opini ke situ tanpa ada korelasi dengan konten ayat itu. 

Buya Syakur tidak teliti membaca ayat itu. Di situ Allah berfirman “Allah pasti memberi keputusan di antara mereka pada hari Kiamat”, bukan “Allah akan menyelamatkan mereka semua pada hari kiamat”.

Oleh karena itu, ayat itu justru menegaskan bahwa semua yang disebut di atas akan mendapat keputusan yang berbeda-beda. Ada yang diputuskan di neraka dan ada pula yang di surga.

3. Allah Yang Maha Menentukan

“Allah yang menentukan siapa yang selamat di antara mereka nanti di hari kiamat, bukan sekarang. Bukan kamu yang menentukan. Neraka.. neraka… memangnya kamu Tuhan?” 

Betul, yang menentukan siapa yang akan masuk neraka adalah Allah, bukan kita semua. angan sampai lupa pula bahwa yang menentukan masuk surga juga bukan Buya Syakur, dan bukan pula kita semua tapi Allah.

Seolah ada yang punya orang dalam saja hingga berani mengesankan seolah berbagai agama masuk surga. Lalu bagaimana kata Allah sendiri tentang orang-orang itu, mari baca ayat ini: 

﴿إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ وَٱلۡمُشۡرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَآۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمۡ شَرُّ ٱلۡبَرِيَّةِ﴾ [البينة: 6] 

“Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab (Yahudi dan Kristen) dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk.” 

Nah, itu Allah sendiri yang bilang mereka akan masuk neraka Jahannam. Artinya keputusan yang dimaksud dalam surat al-Hajj 17 yang dinukil adalah keputusan untuk memasukkan mereka ke neraka.

Kalau orang Islam jelas pada akhirnya akan masuk surga, ini pun kita tahu dari ayat juga, bukan dari keputusan kita sendiri. Lalu pertanyannya, ketika Allah sudah menyatakan agama-agama di atas masuk neraka lantas kenapa Buya Syakur melarang kami mengatakan itu sekarang? Memangnya kamu mau merevisi firman Tuhan? 

Bagi yang mau menyuruh saya tabayun ke beliau, maka saya tegaskan bahwa saya tidak mau karena yang harus tabayun adalah Buya Syakur. Di mana-mana, ketika dalam suatu barisan besar semua menghadap ke barat sesuai instruksi.

 Menjawab “Pluralisme” Buya Syakur . VIDEO







Untuk Apa sih Allah Suruh Kita Shalat? Buya Syakur



Untuk Apa sih Allah Suruh Kita Shalat? Buya Syakur 

KH. Buya Syakur Yasin, MA mengungkapkan tujuan perintah Allah SWT berkenaan dengan kewajiban menunaikan ibadah shalat.

Diketahui, shalat merupakan kewajiban bagi seluruh umat Islam di dunia. Bahkan dalam keadaan sakit, seorang muslim masih tetap diwajibkan untuk shalat dengan cara yang diatur dalam fiqih.

Saking wajibnya, sehingga tidak ada amalan lain yang bernilai tanpa disertai dengan shalat.

Meski begitu, banyak yang masih belum tahu apa alasan Allah menyuruh kita shalat selain untuk memenuhi perintah-Nya.

Menurut Kiyai yang akrab disapa Buya Syakur itu, walaupun perintah shalat termasuk ke dalam ibadah ‘mahdah’ (langsung), tujuan tiada lain untuk menusia itu sendiri.

“Jadi, perintah untuk shalat itu bukan untuk Allah tapi untuk manusia," ujar Buya Syakur, dikutip dari video di kanal YouTube KH Buya Syakur Yasin MA, Selasa 12 Oktober 2021.

Buya Syakur menambahkan, bahwa shalat dapat meningkatkan kesehatan, memperbaiki hubungan sosial dan juga menyehatkan mental.

"Shalat bisa membantu manusia dalam aspek kesehatan, hubungan sosial dan kondisi psikologis,” tuturnya.

Pendiri Pondok Pesantren Candang Pinggan itu menambahkan, shalat bisa juga memberi keakraban bermasyarakat. Misalnya shalat berjamaah di mesjid itu bisa menjadi ajang silaturahmi semua warga dari berbagai golongan.

Untuk Apa sih Allah Suruh Kita Shalat? Buya Syakur  .VIDEO






Dianggap Bertentangan dengan Wali Songo, Buya Syakur Bongkar Pemikiran Syekh Siti Jenar



Dianggap Bertentangan dengan Wali Songo, Buya Syakur Bongkar Pemikiran Syekh Siti Jenar


Siapa yang tak mengenal nama Syekh Siti Jenar. Sosok ini menjadi kontoversi karena pemikirannya yang dianggap menyesatkan sebagian pihak pada zaman itu.

Menurut KH Buya Syakur Yasin MA, Syekh Siti Jenar lahir pada tahun 1404, dan wafat pada tahun 1517. Sehingga saat wafat, Syekh Siti Jenar berusia 93 tahun.

Masih menurut Buya Syakur, Syekh Siti Jenar memiliki banyak nama lain. Sedikitnya ada 16 julukan yang melekat pada tokoh sufi ini.

Dikatakan Buya Syakur, makna dari nama Siti Jenar sendiri adalah tanah merah. Sementara nama asli Syekh Siti Jenar yaitu Sayyid Hasan ‘Ali al-Husaini.

Kemudian kata Buya Syakur, saat dewasa Syekh Siti Jenar bernama Sayyid Abdul Jalil. Beliau juga dikenal sebagai Sunan Jepara, Syekh Lemah Abang, Syekh Sitibrit, Hasan Ali, dan Siti Jenar.

“Beliau adalah salah satu anggota Dewan Masjid Dakwah Wali Songo,” ungkap Buya Syakur.

Buya Syakur menegaskan, penyebab kematian Syekh Siti Jenar tidak diketahui pasti. Terdapat beberapa versi mengenai kematian Syekh Siti Jenar. Termasuk lokasi pemakamannya.

Dikatakan Buya Syakur, pemahaman Syekh Siti Jenar yang terkenal mengenai Manunggaling Kaula Gusti dianggap sesat oleh sebagian pihak pada saat itu.

“Namun ada juga yang menganggap Syekh Siti Jenar ini sebagai tokoh intelektual. Termasuk saya menganggap dia sebagai tokoh intelektual yang telah mendapatkan esensi Islam,” tandas Buya Syakur.

Buya Syakur menjelaskan, dalam karya sastra Syekh Siti Jenar yang disebut pupuh berisi budi pekerti, ajarannya dianggap bertentangan dengan ajaran wali songo. Terutama mengenai pemahaman aspek moral dan ketentuan syariat yang diterapkan Wali Songo.

Sementara itu sedikitnya ada 3 ajaran Syekh Siti Jenar yang paling kontroversial. Hal itu meliputi masalah hidup dan mati, tuhan dan kebebasan, serta tempat berlakunya syariat.

“Itulah 3 pokok yang paling menjadi kotroversial dalam sejarah,” tegas Buya Syakur.

“Beliau mengatakan kehidupan di dunia ini disebut sebagai kematian, dan sebaliknya, kematian dianggap sebagai awal dari kehidupan yang hakiki dan abadi,”

"Saya melihat tiga kontroversial ini, justru tidak kontroversi. Ini nanti saya jelaskan. Supaya, kasihan juga masa sudah meninggal dunia masih dimusrik-musyrikan juga,".

“Tetapi bukan berarti saya membela Syekh Siti Jenar. Tetapi juga bukan untuk menyalahkan Syekh Siti Jenar. Saya hanya akan mencoba memaparkan kepada semuanya bahwa perbedaan itu disebabkan karena sudut pandang yang berbeda,

Dikatakan Buya Syakur, pemahaman Syekh Siti Jenar yang terkenal mengenai Manunggaling Kaula Gusti dianggap sesat oleh sebagian pihak pada saat itu.

“Namun ada juga yang menganggap Syekh Siti Jenar ini sebagai tokoh intelektual. Termasuk saya menganggap dia sebagai tokoh intelektual yang telah mendapatkan esensi Islam,” tandas Buya Syakur.

Buya Syakur menjelaskan, dalam karya sastra Syekh Siti Jenar yang disebut pupuh berisi budi pekerti, ajarannya dianggap bertentangan dengan ajaran wali songo. Terutama mengenai pemahaman aspek moral dan ketentuan syariat yang diterapkan Wali Songo.

Sementara itu sedikitnya ada 3 ajaran Syekh Siti Jenar yang paling kontroversial. Hal itu meliputi masalah hidup dan mati, tuhan dan kebebasan, serta tempat berlakunya syariat.

“Itulah 3 pokok yang paling menjadi kotroversial dalam sejarah,” tegas Buya Syakur.

“Beliau mengatakan kehidupan di dunia ini disebut sebagai kematian, dan sebaliknya, kematian dianggap sebagai awal dari kehidupan yang hakiki dan abadi,”

"Saya melihat tiga kontroversial ini, justru tidak kontroversi. Ini nanti saya jelaskan. Supaya, kasihan juga masa sudah meninggal dunia masih dimusrik-musyrikan juga,".

“Tetapi bukan berarti saya membela Syekh Siti Jenar. Tetapi juga bukan untuk menyalahkan Syekh Siti Jenar. Saya hanya akan mencoba memaparkan kepada semuanya bahwa perbedaan itu disebabkan karena sudut pandang yang berbeda,” BuyaSyakur berkata.

 Dianggap Bertentangan dengan Wali Songo, Buya Syakur Bongkar Pemikiran Syekh Siti Jenar. VIDEO